Eco-Teologi sebagai Kritik Pembangunan Eksploitatif: Peran IMM dalam Mewujudkan Keadilan Ekologis

 Eco-Teologi sebagai Kritik Pembangunan Eksploitatif: Peran IMM dalam Mewujudkan Keadilan Ekologis

Roslinda

Indonesia, sebagai negara dengan kekayaan alam yang melimpah, saat ini dihadapkan pada berbagai permasalahan lingkungan yang serius. Deforestasi, pencemaran, dan perubahan iklim adalah beberapa contoh permasalahan yang dihadapi oleh bangsa ini. Pembangunan eksploitatif yang berorientasi pada profit dan abai lingkungan telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang luas dan berdampak pada kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan nilai dan moral dalam pembangunan untuk mewujudkan keadilan ekologis. Mahasiswa dan IMM sebagai agen perubahan (agent of change) memiliki peran penting dalam mewujudkan keadilan ekologis.

Eco-teologi adalah suatu pendekatan teologis yang memadukan antara iman dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Dalam perspektif Islam, alam semesta adalah ciptaan Tuhan yang memiliki nilai intrinsik dan harus dihormati serta dilindungi. Manusia sebagai khalifah fil ardh memiliki tanggung jawab untuk merawat dan melindungi lingkungan. Eco-teologi sebagai etika spiritual dalam merawat lingkungan menekankan pentingnya kesadaran ekologis sebagai bagian dari ibadah.

Pembangunan eksploitatif yang berorientasi pada profit dan abai lingkungan telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang luas dan berdampak pada kehidupan masyarakat. Ketimpangan ekologis terjadi antara masyarakat terdampak dan pemilik modal, sehingga kerusakan lingkungan menjadi bentuk ketidakadilan struktural. Krisis ekologis juga merupakan krisis kemanusiaan dan moral yang harus diatasi.

Eco-teologi sebagai kritik terhadap antroposentrisme berlebihan menekankan pentingnya peralihan paradigma dari eksploitatif ke berkelanjutan. Spirit amar ma’ruf nahi munkar dalam isu lingkungan menekankan pentingnya kesadaran ekologis sebagai bagian dari ibadah. Relevansi eco-teologi dalam pembangunan berkeadilan menekankan pentingnya keadilan ekologis sebagai bagian dari keadilan sosial.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) memiliki tanggung jawab sebagai agen perubahan (agent of change) dalam mewujudkan keadilan ekologis. Tri Kompetensi Dasar IMM, yaitu religiusitas, intelektualitas, dan humanitas, menekankan pentingnya kesadaran ekologis sebagai bagian dari ibadah, kritik ilmiah terhadap kebijakan pembangunan, dan pembelaan terhadap masyarakat terdampak kerusakan lingkungan.

IMM dapat berperan strategis dalam mewujudkan keadilan ekologis melalui pendidikan dan kaderisasi berbasis kesadaran lingkungan, advokasi kebijakan dan keberpihakan pada kelompok rentan, gerakan sosial dan kampanye lingkungan berkelanjutan, serta kolaborasi dengan Muhammadiyah dan elemen masyarakat sipil.

Kesadaran ekologis sebagai bagian dari pembentukan karakter kader IMM harus diinternalisasi dalam gerakan. Gaya hidup ramah lingkungan sebagai praksis gerakan harus menjadi bagian dari etika gerakan IMM. Konsistensi antara wacana, sikap, dan tindakan kader IMM harus menjadi prioritas.

Tantangan internal seperti minimnya literasi ekologis kader dan tantangan eksternal seperti tekanan politik dan kepentingan ekonomi harus diatasi. Peluang IMM sebagai kekuatan moral dan intelektual mahasiswa harus dimanfaatkan untuk mewujudkan keadilan ekologis.

Eco-teologi sebagai kritik dan solusi pembangunan menekankan pentingnya keadilan ekologis sebagai bagian dari keadilan sosial. IMM sebagai aktor penting dalam perjuangan keadilan ekologis harus terus berperan strategis dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berke-Tuhanan.

 

Boff, L. (2020). Ekoteologi: Merawat Alam sebagai Iman dan Etika Spiritual. Jakarta: Gramedia        Pustaka Utama.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). (2020). Laporan Tahunan KLHK 2020. Jakarta: KLHK.

Siahaan, N. (2020). Ekoteologi dan Peran Negara. Opini, Kementerian Agama RI.

Sutopo, P. (2020). Ekoteologi: Menyatukan Iman dan Lingkungan dalam Tindakan Nyata. Jakarta: Eco-Peace Indonesia.

Rahmawati, A. (2022). Ekoteologi dan Keadilan Ekologis: Perspektif Islam. Jurnal Ekoteologi, Vol. 3, No. 1, pp. 1-12.

Suryani, E. (2023). Peran IMM dalam Mewujudkan Keadilan Ekologis. Jurnal Sosial dan Politik, Vol. 5, No. 1, pp. 1-10.

Wibowo, A. (2024). Tantangan dan Peluang Gerakan Eco-Teologis IMM. Jurnal Ekoteologi, Vol. 5, No. 1, pp. 1-12.

Yulianto, A. (2025). Eco-Teologi dan Masa Depan Pembangunan Berkeadilan. Jurnal Pembangunan dan Lingkungan, Vol. 1, No. 1, pp. 1-10.

Jurnal Lingkungan Hidup, Vol. 20, No. 1, 2020, pp. 1-15.

Jurnal Ekoteologi, Vol. 1, No. 1, 2020, pp. 1-10.


Komentar