Tradisi Berujung Tragedi: Kasus Hazing di Organisasi Mahasiswa Kian Memprihatinkan
Tradisi Berujung Tragedi: Kasus Hazing di Organisasi Mahasiswa Kian Memperihatinkan
Kelompok 3
Alumni ARCNATION
Makassar – praktik hazing atau kekerasan terselubung dalam proses pembinaan organisasi kembali menjadi sorotan setelah beberapa kasus senioritas dan perploncoan muncul di berbagai lembaga pendidikan. Sejumlah pakar dan pemerhati mahasiswa menilai bahwa tradisi tersebut sudah tidak relevan dan berpotensi merusak kesehatan mental generasi kader saat ini. Hazing yang kerap di anggap sebagai bagian dari “uji mental” atau “tradisi pembinaan”, di pahami sebagai tindakan yang merendahkan martabat,memaksa fisik, hingga memberikan tekanan psikologis kepada anggota baru. Praktik ini di nilai semakin bertentangan dengan kebutuhan kader masa kini yang lebih mengutamakan lingkungan belajar yang aman dan suportif.
Perilaku perpeloncoan yang terjadi dalam kegiatan pengenalan kehidupan kampus kerap kali dilakukan dengan cara yang melewati batas dengan tindakan seperti bullying yang memberikan adanya kesewenang-wenang yang dilakukan oleh senior terhadap junior. Pada pelaksanaanya, mengakibatkan dibutuhkannya penegakan hukum terhadap tindakan perpeloncoan dalam bentuk bullying. Kasus senioritas yang mengemuka dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kampus di beritakan menghentikan kegiatan pengkaderan setelah laporan adanya intimidasi yang di lakukan oleh kelompok senior. Bentakan, hukuman fisik, hingga jam kegiatan yang tidak wajar menjadi beberapa temuan yang di adukan oleh peserta.
Salah satu kasus terjadi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar, bernama Muhammad Fathan (21) menjadi korban pengeroyokan saat mengikuti pengkaderan. Korban dipukuli dan ditendang oleh sekelompok orang yang diduga seniornya. "Pelaku masih lidik, dugaannya senior korban Fakultas Kedokteran angkatan 2020/2021," ujar Kasi Humas Polrestabes Makassar Kompol Lando Sambolangi saat dikonfirmasi, Senin (26/6). Peristiwa itu terjadi di Aula Yonif Raider 700, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, pada Sabtu (24/6)
00.30 Wita. Para korban dianiaya saat istirahat usai menerima pembekalan materi.
Dan salah satu kasus yang sampai merenggut nyawa mahasiswi di UMI, mahasiswi meninggal saat pengkaderan senat FKM UMI di area perkemahan malino (gowa). Ada laporan sempat di rendam di sungai, merayap, dan kondisi fisik melelahkan. Pihak kampus membekukan kegiatan kemahasiswaan untuk evaluasi. Zhafirah mengikuti pengkaderan senat fakultas di perkemahan Villa Embun Pagi, Lingkungan Butta Toa, Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggimoncong Jumat (22/7/22). Ia meninggal dunia di hari terakhir kegiatan, Minggu (24/7/22) subuh.
Selain itu, seorang mahasiswa bernama Jeksen dikabarkan meninggal dunia usai mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) organisasi pecinta alam Mapala Butaiyo Nusa , Fakultas Ilmu Sosial (FIS)Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Diksar digelar di Desa Tapadaa, Kecamatan Suwawa Tengah, Bone Bolango yang berlangsung pada 18-21 September lalu.
Hazing dalam organisasi sering dianggap memiliki sisi baik, tetapi manfaat itu umumnya bersifat semu karena muncul dari asumsi yang tidak sehat. Sebagian orang percaya bahwa hazing dapat menumbuhkan rasa kebersamaan karena anggota baru mengalami kesulitan bersama, atau dianggap mampu mendisiplinkan serta menguji komitmen. Namun, kedekatan yang tercipta biasanya bukan hasil dari pembinaan yang positif, melainkan akibat tekanan dan rasa terpaksa. Disiplin yang lahir dari ketakutan juga tidak pernah menghasilkan anggota yang benar-benar dewasa dalam berorganisasi. Sebaliknya, dampak buruk hazing telah terbukti jauh lebih kuat dan merugikan. Praktik ini dapat menimbulkan cedera fisik, kelelahan ekstrem, bahkan trauma psikologis yang berlarut. Lingkungan organisasi berubah menjadi tempat yang menegangkan karena hubungan antara senior dan junior tidak dibangun atas dasar rasa hormat, tetapi rasa takut. Hal ini menumbuhkan budaya kekerasan yang terus diwariskan dari angkatan ke angkatan, merusak iklim pembelajaran, dan menghancurkan karakter organisasi itu sendiri. Reputasi organisasi pun dapat memburuk, karena hazing sering berujung pada sanksi kampus atau bahkan proses hukum. Secara keseluruhan, apa yang terlihat seperti manfaat hazing tidak pernah mampu menandingi kerusakan yang ditimbulkannya. Organisasi yang ingin tumbuh sehat dan berkelanjutan justru jauh lebih kuat bila membangun kaderisasi melalui pendampingan, komunikasi, dan kegiatan yang saling menghargai.
Pemerhati organisasi mahasiswa, dr. Andi prasetyo, menyatakan bahwa organisasi seharunya menjadi ruang tumbuh, bukan tempat menormalisasi kekerasan.” Hazing bukan bagian dari pendidikan, jika pembinaan justru menimbulkan trauma, maka organisasi telah menyimpang dari tujuan nya, kader adalah manusia, bukan objek perlakuan sewenag-wenang”,ujarnya.
Fenomena hazing menjadi pengingat bahwa tidak semua tradisi layak di pertahankan, pembinaan yang baik semestinya membentuk karakter tanpa menyakiti. Dengan meningkatnya kesadaran akan kesehatan psikologi dan keamanan kader, berbagai institusi kini di harapkan mampu menciptakan regenerasi yang kuat, sehat dan manusiawi.
Dalam wawancara dengan ibu isma (Sekretaris Prodi Akuntansi), beliau menyampaikan "fenomena hazing yang masih terjadi di beberapa organisasi menunjukkan adanya penyimpangan dari tujuan organisasi yang sebenarnya. Organisasi seharusnya menjadi tempat mahasiswa mengembangkan keterampilan dan karakter, bukan melakukan tindakan yang merugikan anggotanya. Ibu Isma juga menekankan bahwa di era teknologi, organisasi perlu lebih kreatif dan inovatif, baik dalam proses perekrutan maupun pelaksanaan kegiatan. Hal ini penting karena minat mahasiswa untuk berorganisasi saat ini semakin menurun. Sebagai penutup, beliau berpesan agar mahasiswa memilih organisasi yang positif, sehat, dan bebas dari praktik hazing, sehingga pengalaman berorganisasi benar-benar bermanfaat bagi pengembangan diri mereka", ujar ibu isma (Sekretaris Prodi Akuntansi) dalam wawancara pada tanggal Sabtu, 15 November 2025, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Makassar.
.jpeg)


Komentar
Posting Komentar