Pemkot Makassar Tinggalkan Open Dumping, Fokus Sanitary Landfill

 


Oleh:
IMMawan IKBAL
(Ketua Bidang Lingkungan Hidup, Maritim dan Agraria
pikom IMM FEB Unismuh Makassar Periode 2025-2026)


Pemerintah Kota Makassar mulai membenahi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang dengan mengadopsi sistem sanitary landfill guna menciptakan pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan. Kebijakan ini dilakukan untuk mengakhiri praktik open dumping serta meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Program ini juga diiringi dengan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) sebagai solusi jangka panjang. 


Pembenahan TPA Antang menjadi langkah strategis dalam menjawab persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar di Kota Makassar. Sistem sanitary landfill diterapkan dengan metode menimbun sampah di area terisolasi, memadatkannya, dan menutupnya dengan tanah setiap hari untuk mencegah pencemaran.

Selain itu, pengelolaan sampah di TPA Antang akan dibuat lebih tertata dan terkontrol. Pemerintah kota menargetkan tidak ada lagi praktik open dumping yang berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan warga sekitar.

Dalam waktu bersamaan, Pemkot Makassar juga menyiapkan pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai bagian dari proyek strategis nasional. Proyek ini membutuhkan lahan sekitar 7 hingga 8 hektare yang saat ini masih dalam tahap perencanaan dan pembebasan lahan.

Pembangunan PSEL juga didukung oleh investasi bersama Danantara. Selain itu, akses jalan menuju lokasi proyek tengah disiapkan untuk menunjang kelancaran operasional di masa mendatang.

Langkah pembenahan ini tidak hanya berfokus pada kondisi saat ini, tetapi juga dirancang sebagai solusi jangka panjang. Pemerintah kota memastikan bahwa pembebasan lahan menjadi prioritas awal sebelum pembangunan PSEL dan pembenahan TPA berjalan secara bersamaan.

Saya Ikbal selaku Ketua Bidang Lingkungan Hidup, Maritim, dan Agraria Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Ekonomi dan Bisnis menyampaikan harapannya terhadap rencana tersebut. saya menilai langkah ini harus benar-benar mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
“Kami sangat menunggu wacana dari pemerintah kota Makassar terkait bagaimana pengelolaan sampah di TPA Antang,”

Saya menegaskan bahwa kebijakan ini tidak boleh sekadar menjadi wacana, melainkan harus diwujudkan secara nyata dan berkelanjutan. “Bagaimana pemkot benar-benar memikirkan dampak jangka panjang dari kebijakan ini,”

Menurut saya, masyarakat harus menjadi pihak yang merasakan manfaat langsung dari pembenahan tersebut. Saya berharap program ini mampu memberikan dampak positif yang nyata terhadap lingkungan dan kualitas hidup warga.

Saya menyampaikan bahwa kesadaran masyarakat terhadap persoalan sampah perlu ditingkatkan seiring dengan upaya pemerintah. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga partisipasi publik.

Lebih lanjut, saya juga berharap bahwa pengelolaan sampah modern harus mampu mengurangi penumpukan sampah secara signifikan. Selain itu, sistem ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Saya juga menilai bahwa pembangunan PSEL memiliki potensi besar dalam menghasilkan energi listrik. Hal ini dapat menjadi nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular di sektor pengelolaan sampah.

Secara keseluruhan, pembenahan TPA Antang dan rencana pembangunan PSEL menjadi bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah di Kota Makassar. Pemerintah kota diharapkan mampu menjalankan program ini secara konsisten dan transparan

Untuk mencapai tujuan pemkot makassar dalam hal ini , langkah tersebut tidak hanya diharapkan mampu mengatasi persoalan sampah, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. Upaya ini menjadi titik awal menuju sistem pengelolaan sampah yang modern, berkelanjutan, dan berorientasi pada masa depan.

Komentar