Sapu Rakyat: Saat Perempuan Mengangkat Sapu di Tengah Kekerasan Negara

 Sapu Rakyat: Saat Perempuan Mengangkat Sapu di Tengah Kekerasan Negara

IMMawati Andi Dina Fadlia Mattoreang
(Sekretaris Bidang IMMawati Pikom IMM FEB Unismuh Makassar Periode 2024-2025)

    Di tengah dinamika demokrasi yang seringkali tercoreng oleh praktik kekerasan negara, simbol-simbol perlawanan rakyat kerap lahir dari hal-hal yang sederhana. Menariknya, simbol perlawanan justru sering lahir dari hal-hal yang sederhana. Kalau dulu bunga mawar atau pita hitam jadi tanda protes damai, kini giliran sapu lidi yang tampil di barisan depan, diangkat tinggi oleh tangan-tangan perempuan.

    Sapu, yang biasanya hanya kita kenal sebagai alat bersih-bersih rumah, kini menjelma menjadi tanda politik yang menjadi isyarat bahwa rakyat ingin membersihkan negara dari ketidakadilan, korupsi, dan kekerasan aparat.

(Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

  Fenomena ini juga menunjukkan bahwa perempuan bukan sekadar penonton di ruang publik. Mereka hadir sebagai aktor utama, membawa simbol yang lekat dengan kehidupan sehari-hari, lalu mengubahnya menjadi bahasa perlawanan. Sesuatu yang sederhana, bahkan terkesan remeh, bisa menjelma jadi suara keras yang memaksa semua pihak membuka mata.

       Sapu jelas bukan cuma soal alat kebersihan. Ia memuat pesan moral yaitu membersihkan demokrasi dari kotoran yang menumpuk. Di tengah aksi yang penuh teriakan, sapu lidi menjelma jadi metafora harapan, harapan akan sistem yang lebih adil. Ini bukan sekadar teatrikal, melainkan bentuk komunikasi rakyat kecil yang jarang diberi ruang untuk bicara.

   Di salah satu momen aksi, seorang orator perempuan berseru lantang, “Sapu ini untuk menyapu seluruh penjahat demokrasi yang mengotori bangsa.” Kalimat yang singkat tapi kuat, bergema lebih keras daripada megafon. Itu bukan sekadar luapan amarah, melainkan ajakan untuk melakukan pembersihan mengingatkan kita pada demokrasi yang seharusnya jujur, adil, dan berpihak pada rakyat.

     Dan perempuanlah yang paling tepat memegang simbol ini. Dalam keseharian, merekalah yang paling sering menggenggam sapu membersihkan rumah, merawat keluarga, menjaga ruang hidup tetap layak. Tapi kali ini, sapu keluar dari ruang privat menuju ruang publik. Dari rumah ke jalan, dari simbol domestik menjadi simbol politik. Lewat sapu, perempuan ingin bilang bahwa urusan bangsa juga urusan mereka.

     Hadirnya warna pink di tengah aksi semakin memperkuat makna. Pink, yang selama ini dianggap warna lembut dan feminin, berubah menjadi tanda keberanian. Lahirnya fenomena Brave Pink menunjukkan bahwa perempuan bisa berani tanpa harus melepaskan identitasnya, malah justru dari kelembutan itulah lahir kekuatan moral yang sulit ditandingi.

     Mengangkat sapu di tengah gas air mata atau barikade aparat adalah bentuk perlawanan yang damai, tapi sarat dengan pesan keras. Di balik simbol sederhana itu ada kritik mendalam terhadap negara yang gagal hadir melindungi. Alih-alih menjaga, negara tampil dengan wajah represif. Maka, Sapu Rakyat adalah jawaban simbolik yaitu rakyatlah yang akan membersihkan ketidakadilan saat negara berpaling dari mereka.

      Aksi perempuan dengan sapu ini bukan sekadar protes musiman. Ia adalah bahasa perlawanan yang lahir dari rakyat bahasa yang sederhana, kuat, dan membumi. Sapu rakyat mengingatkan bahwa perubahan besar bisa lahir dari simbol kecil, selama ada keberanian untuk mengangkatnya.

     Dan di tengah kekerasan negara, perempuan telah membuktikan bahwa mereka tidak akan diam. Pada akhirnya, sapu rakyat bukan hanya tentang protes hari ini, tapi tentang harapan bahwa suatu saat bangsa ini benar-benar bisa bersih dari luka dan ketidakadilan.

Referensi:
https://www.riauonline.co.id/nasional/read/2025/09/03/massa-pakai-pink-dan-bawa-sapu-lidi-desak-hentikan-kekerasan-negara-di-depan-dpr

https://www.antaranews.com/berita/5083905/massa-unjuk-rasa-di-gedung-dpr-bawa-sapulidi-simbol-bersih-bersih?utm_source=chatgpt.com

https://www.beritasatu.com/dki-jakarta/2919182/500-perempuan-gelar-demo-di-dpr-dengan-aksi-angkat-sapu-lidi?utm_source=chatgpt.com

https://www.suara.com/news/2025/09/03/114712/kutuk-brutalitas-aparat-massa-emak-emak-bawa-sapu-lidi-geruduk-dpr-rakyat-tak-bisa-ditindas?utm_source=chatgpt.com

https://kumparan.com/kumparannews/massa-berbaju-pink-gelar-aksi-damai-di-depan-dpr-minta-stop-kekerasan-negara-25mVhnHMEXT

Komentar