Digitalisasi UMKM Sebagai Upaya Pemulihan Ekonomi Nasional
Peran UMKM Sebagai Upaya Pemulihan Ekonomi Nasional
Ekonomi merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang bagaimana upaya yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, baik itu cara individu maupun berkelompok dengan menggunakan dengan segala fasilitas yang berhubungan dan mendukung usaha yang dilakukannya dalam kegiatan ekonomi, dengan maksud agar mereka bisa mencapai suatu kesejahteraan atau kemakmuran. Ekonomi menjadi salah satu faktor terpenting dalam kehidupan manusia. Ekonomi dijadikan sebagai sebuah sistem yang digunakan didalam suatu negara ataupun wilayah dan ekonomi baru berkembang pada abad ke-19 atau ke-20. Tujuan ekonomi dilakukan yaitu untuk memperoleh keuntungan sebanyak mungkin dengan memperhatikan pengeluaran yang dikeluarkan dan juga keuntungan yang diperoleh sebisa mungkin hanya memerlukan pengeluaran sesedikit mungkin. Tindakan dari ekonomi dikatakan efisien apabila hasil yang kita capai sesuai dengan apa yang kita usahakan dan disertai dengan penghematan biaya. Ekonomi selain sebagai faktor terpenting dalam kehidupan manusia, faktor ekonomi tersebut juga menjadi faktor pendukung dalam pembangunan nasional. (Fakhrul Rozi Yamali, 2021)
Didalam UUD 1945, setelah diamandemen, ditambah ayat (4) yang secara eksplistit dirumuskan bahwa sistem ekonomi Indonesia, yaitu “Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional”. Di Indonesia sendiri dapat kita lihat perekonomian nasional itu sendiri belum dapat stabil dari permasalahan ekonomi yanga ada. Perkembangan perekonomian Indonesia dari PDB (Produk Domestik Bruto) bahwa setelah menghadapi pandemi selama setahun, pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada triwulan II tahun 2021 rebound 7,1%.
Dapat kita lihat bahwa perekonomian nasional dalam pemulihannya sejalan dengan pelonggaran mobilitas yang terjadi pada masa awal pandemi di Indonesia. Produk Domestik Bruto riil pada triwulan II tahun 2021 sebesar Rp 2.772,8 triliun yang juga 1,4 persen lebih tinggi di bandingkan nilai PDB triwulan II tahun 2019. Pelonggaran mobilitas masyarakat yang terjadi mendorong peningkatan pengeluaran masyarakat akan sarana dan prasarana komunikasi juga mulai meningkat sejalan dengan aktivitas sekolah dan bekerja yang dilakukan secara virtual atau daring. Secara umum, pengeluaran subkelompok transportasi dan komunikasi bertumbuh 10,6% (Ekonomi, 2021)
Dari statistik perekonomian yang terjadi di Indonesia yang dijelaskan diatas, dapat kita ketahui bahwa dampak perekonomian yang ditimbulkan dari pandemi covid-19 ini terjadi secara signifikan. Pada tahun 2020 covid-19 menjadi salah satu keresahan terbesar bagi bangsa Indonesia. Di tahun 2019 dunia mengalami penurunan ekonomi sehingga menyebabkan kontraksi yang sangat dalam kerena hampir semua negara melakukan pembatasan mobilitas secara ketat untuk membatasi dan mengurangi ledakan dari pandemi ini. Bahkan banyak negara yang menerapkan sistem lockdown yang memberikan konsekuensi pada perekonomian yang langsung merosot sangat tajam. Tentu saja negara Indonesia termasuk salah satu negara yang mengalami masalah ini.
Namun pada hari Selasa, 27 Mei 2022 Presiden Jokowi mengumumkan bahwa pemerintah melonggarkan kebijakan bagi masyarakat yang beraktivitas diluar ruangan dan tidak padat orang diperbolehkan tidak memakai masker dan juga penanganan pandemi covid di Indonesia yang semakin terkendali. Tentu saja dengan diumumkannya pasca pandemi ini tetap ada kerugian yang ditimbulkan dari pandemi tersebut terutamanya pada masalah perekonomian Indonesia. Pada fase pasca pandemi covid 19 ini masalah yang ditimbulkan masih tetap berdampak pada perekonomian. Dimana permasalahan yang terjadi pada pasca covid 19 dalam sektor ekonomi yang menjadi permasalahan utama dan yang harus segera ditangani adalah lapangan pekerjaan dan harga pokok.
Total pekerja ± 1,5 juta yang dirumahkan dan terkena PHK dimana 90% pekerja yang dirumahkan dan pekerja yang di PHK sebesar 10%. (Fakhrul Rozi Yamali, 2021) Terjadinya PHK besar besaran ini tentunya karena pandemi covid 19. Harga pokok yang melonjak tinggi tentunya terjadi akibat inflasi yang sangat meningkat. Berkurangnya lapangan pekerjaan dan harga pokok yang meningkat tentunya sangat membuat masyarakat resah karena jika mereka tidak mendapatkan pekerjaan tentunya untuk pemenuhan kebutuhan mereka juga akan susah untuk terpenuhi. Itulah mengapa pemerintah harus segera menangani masalah ini. Sektor bisnis menjadi peranan terhadap perbaikan ekonomi di Indonesia. Para pelaku bisnis dapat merubah gaya bisnis dan berkomunikasi terhadap pelanggangnya. Kemajuan terhadap teknologi informasi, komunikasi dan sosial media menjadi salah satu platform yang sangat membantu pergerakan aktivitas sosial yang terjadi. Adapun yang dapat dijadikan sebagai upaya dalam pemulihan permasalahan ekonomi di Indonesia yaitu salah satunya dengan pemanfaatan digitalisasi UMKM yang ada.
Perubahan dari siklus bisnis yang terjadi merupakan suatu efek dari pengurangan aktivitas yang memaksa pelaku bisnis untuk berinovasi dan upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan diri dari situasi yang terjadi saat ini. Digitalisasi UMKM menjadi salah satu cara untuk mengatasi permasalahan ekonomi yang terjadi sekarang. Digitalisasi UMKM bisa dikatakan sebagai perubahan sistem konvensional digital sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses bisnis dan operasional dari UMKM itu sendiri. Dengan adanya digitalisasi UMKM ini mampu membuat pelaku usaha UMKM mengubah pengelolaan bisnisnya dari praktik konvensional ke modern. UMKM menjadi jalan yang dapat dilakukan untuk terus bertahan dalam arus ketidakstabilan situasi ekonomi yang melanda Indonesia. Peranan dunia digital bisa dijadikan wadah yang sangat baik bagi pelaku UMKM mengembangkan usahanya. Pelaku UMKM menyadari betapa pentingnya dalam pemanfaatan platform digital sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan. Dunia digital sekarang sangat luas sehingga akan menjangkau seluruh masyarakat dengan mudah dan cepat sehingga para pelaku UMKM dapat terus berinovasi dalam pengembangan produk.
Dengan mengembangkan UMKM melalui dunia digital tentu itu akan mempermudah akses bagi seluruh masyarakat yang tak terbatas oleh jarak. Kekreativitasan dari para pelaku UMKM memiliki potensi yang dapat diperhitungkan dalam dunia industri sehingga prospek kerja yang dimiliki akan terus berkembang. Digitalisasi UMKM selain berpotensi dalam meraup banyak pelanggan, juga membuat usaha UMKM menjadi lebih profesional dan mampu menjangkau serta memperluas jaringan bisnis yang dimiliki. Selain itu, dengan digitalisasi UMKM usaha yang kita miliki dapat dikembangkan melalui website atau mebangun toko online yang dapat konsumen akses melalui ponselnya (Anggraeni, 2021) .
Dengan menggunakan digitalisasi UMKM, para pelaku UMKM dapat meminimalisir hilangnya target pasar karena ketika kehilangan target pasar berarti kecenderungan pengguna yang mulai nyaman dengan ekosistem digital yang ada. Biaya yang digunakan juga lebih efisien karena salah satu masalah UMKM adalah modal mereka yang terbatas, dengan menggunakan jalur digital, pelaku UMKM hanya perlu membeli domain, menyewa hosting lalu mengelolah bisnis mereka melalui website. Maka dari itu marilah kita semua mendukung dan membantu UMKM mendunia melalui digitalisasi UMKM agar kita mampu mengurasi serta mengatasi permasalahan perekonomian yang terjadi sekarang ini. Dengan memanfaatkan digitalisasi UMKM ini disuatu desa yang saling bekerja sama untuk mengembangkan usaha mikro kecil menengah ini tentunya bisa membuat usaha mereka berkembang di daerah dan dari daerah itu usaha mereka bisa sampai nasional, Oleh karena itu marilah kita semua bersama sama memanfaatkan teknologi untuk kemajuan perekonomian Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Anggraeni, L. (2021). Digitalisasi UMKM Dalam Upaya peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Sebagai Penangkal Resesi Ekonomi Di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Nasional Indonesia, Vol.1(2).
Ekonomi, D. B. (2021). Perkembangan Ekonomi Indonesia dan Dunia. Jakarta Selatan: Kementerian PPN/Bappenas.
Fakhrul Rozi Yamali, R. N. (2021). Dampak Covis-19 Terhadap Ekonomi Indonesia. Ekonomi: Journal of Economics and Business, 386.
Penulis : Nurul Elma Januasti (Alumni Darul Aksara Ekonomi Jilid II Pikom IMM FEB Unismuh Makassar)


Komentar
Posting Komentar