Peran Pemuda Dalam Memulihkan UMKM di Era Digital
Peran Pemuda Dalam Memulihkan UMKM di Era Digital
Pemuda ialah salah satu komponen penggerak bangsa juga memiliki kapasitas serta mampu bertahan dan unggul dalam menyongsong masa depan yang lebih baik. Terutama dalam menggerakan pertumbuhan dan pemulihan ekonomi di tengah pandemic Covid-19 yang saat ini masih melanda. Pemuda yang memiliki kreativitas yang tinggi, mandiri dan kemampuan dalam berinovasi juga memiliki peran yang sangat penting dalam pemulihan ekonomi dan mampu beradaptasi ditengah situasi pandemic Covid-19 yang belum usai.
Peran pemuda dalam pemulihan ekonomi masyarakat bisa diwujudkan melalui berbagai inovasi yang dapat di kembangkan. Misalnya generasai muda bisa menjadi promotor pengembangan UMKM untuk meningkatkan nilai jual produk di era digital serta dapat berperan menjembatani pelaku UMKM yang belum melek digital. Upaya bersama ini diharapkan bisa Kembali memulihkan perekonomian terlebih dimasa pandemi Covid-19 seperti saat ini.
Perekonomian di Indonesia kedepannya tentu telah terdampak oleh pandemi yang berlangsung selama dua tahun terakhir. Pandemi menyebabkan berbagai penurunan dalam sektor ekonomi yang merupakan konsekuensi dari pembatasan sosial. Perekonomian saat ini sangat bergantung terhadap pengendalian pandemi yang dilakukan.Terdapat tiga hal pokok yang dibatasi pada saat ini, yakni keadaan sebelum,saat, dan sesudah pandemi. Sebelum pandemi terjadi, terdapat tiga tantangan yang selalu menjadi perbincangan, yakni rendahnya daya saing ekonomi dalam lingkup ASEAN yang disebabkan oleh rendahnya produktivitas pekerja Indonesia. Dua factor lainnya terdiri dari perbandingan kebutuhan modal untuk produksi di Indonesia lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara lain dan rendahnya kapasitas hukum.
Pada dasarnya, UMKM adalah usaha atau bisnis yang dilakukan oleh individu, kelompok, badan usaha kecil, maupun rumah tangga. Keberadaan UMKM di Indonesia sangat diperhitungkan, karena berkontribusi besar pertumbuhan ekonomi. Adapun pengertian UMKM adalah usaha produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian nasional memeiliki peran yang penting dan strategis kondisi tersebut bisa dilihat dari berbagai data yang mendukung bahwa ekistensi UMKM cukup dominan dalam perekonomian Indonesia. Pertama jumlah industrinya yang besar dan ada dalam setiap sektor ekonomi.
Di akhir tahun 2019 dunia digemparkan dengan adanya wabah covid-19 yang pertama kali ditemukan di wuhan china, dan masuk di Indonesia pada awal tahun 2020. Sehingga pada masa pandemi covid-19 segala aktivitas dibatasi. Menurut Bank Dunia pun dampak covid-19 ini akan menghentikan usaha hampir 24 juta orang di Asia Timur dan Pasifik bahkan juga memperkirakan hampir 35 juta orang akan tetap berada dalam kemiskinan, upaya yang disarankan dan dilakukan oleh berbagai negara di dunia dalam meminimalisir penyebaran virus corona atau covid-19 dengan menjaga jarak sosial. Namun gerakan tersebut berdampak pada penurunan aktivitas ekonomi secara global. Para pelaku bisnis mengalami kecemasan Ketika kritis ekonomi menyebar hampir keseluruhan negara di dunia akibat covid-19 ini.
Pandemi yang terjadi saat ini mau tidak mau memberikan dampak terhadap berbagai sektor pada tataran ekonomi global, pandemi covid-19 memberikan dampak signifikan pada perekonomian di domestik negara-negara dan keberadaan UMKM. Hampir semua UMKM mengatakan Mei menjadi bulan terberat buat mereka. Sebagai catatan, pada bulan mei terdapat perayaan Hari Raya Idul Fitri. UMKM yang bergerak dibidang fashion, garmen dan aksesoris mengalami penurunan pendapatan dibandingkan sector lain. Sebanyak 54% UMKM yang menjual ataupun memproduksi fashion, garmen, dan aksesoris mengalami penurunan pendapatan hingga dua kali lipat selama PPKM.
Kurangnya pemahaman tentang dunia digital marketing menjadi salah satu permasalahan pada saat ini, pemahaman pengembangan bisnis yang hanya dari mulut – kemulut masih sering diaplikasikan oleh para pelaku UMKM padahal dunia marketing dapat menjangkau pasar lebih luas, seperti Facebook, Instagram, Youtube, Shopee, Tokopedia, dan lain - lain. Ini seharusnya dapat menjadikan solusi terhadap permsalahan pelaku UMKM. Dalam hal pemberdayaan terhadap para pelaku UMKM diera saat ini, para pemuda Khususnya Mahasiswa seharusnya bisa bekerjasama dengan pelaku UMKM dalam pengembangan usaha dibidang digital marketing. Generasi milenial bisa menggunakan ruang digital ini untuk melakukan transaksi ekonomi, Itu sudah sangat membantu pemerintah, membantu negara Indonesia lebih baik lagi dimasa mendatang. namun, media digital adalah media, tetap yang paling penting produknya. Karena persaingan tinggi, yang punya keunikan yang bisa membangun nice market tersendiri yang bisa bertahan lama, tinggal dibantu memanfaatkan media untuk mengakselerasi market.
Dimasa pandemi saat ini pemerintah berkomitmen untuk meningkatan penguatan ekosistem ekonomi digital terutama melalui usaha mikro kecil menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia. Ekonomi digital berkembang pesat dan menjadi peluang bagi pemulihan ekonomi. Kombinasi memanfaatkan pemulihan ekonomi plus memanfaatkan teknologi digital itulah peluang bisnis kedepan ditengah pemulihan ekonomi. Memang kalau kita lihat dari sisi karakter belanjanya ternyata yang bisa bertahan itu adalah yang memiliki kemampuan untuk membaca market kemudian mengoneksi market
UMKM yang mampu bertahan ditengah iklim covid-19 ini antara lain adalah UMKM yang sudah terhubung dengan ekosistem digital dengan memanfaatkan market place yang ada di indonesia. Dalam hal inilah seharusnya pemuda milenial berperan aktif dalam memberikan pemberdayaan kepada UMKM tentang digital marketing, mulai dari pelatihan pengenalan mengenai media sosial, cara membuat online shop hingga membuat promosi produk dengan gambar atau video yang menarik. Kenyataanya masih banyak pemuda milenial yang belum mengerti akan peluang tersebut, masih banyaknya pemuda yang hanya menggunakan gadget untuk bersenang- senang seperti bermain game online, dan lain-lain. Semestinya para pemuda milenial bisa memberikan pengaruh terhadap perkembangan UMKM di Indonesia.
Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, UMKM Indonesia tengah dihadapkan dengan pertumbuhan bisnis digital yang kiat pesat. Tren belanja online yang digemari masyarakat saat ini memaksa para pelaku usaha untuk beradaptasi dengan hal tersebut. Digitalisasi membawa pengaruh yang luar biasa terhadap perkembangan suatu bisnis. Dampaknya tidak hanya terlihat dari sisi penjualannya saja, melainkan dari sisi imej bisnis itu sendiri. Dampak digitalisasi membawa pengaruh positiif terhadap UMKM yaitu Meraih pasar yang lebih luas, UMKM menjadi lebih profsional, Meminimalisir kehilangan market, Biaya operasional lebih rendah dan Pertumbuhan lebih cepat .Apabila pelaku UMKM ingin memanfaatkan teknologi digital untuk tujuan meningkatkan bisnis, setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yakni literasi, digital, ubah cara komunikasi, dan hadir di beberapa platfrom digital sesuai dengan tigkat kematangan bisnis.
Pada saat ini diperlukan Strategi dari berbagai pihak untuk membangkitkan UMKM agar bisa survive ditengah pandemi covid-19 dan berusaha kembali stabil. Pada saat ini, peran pemuda sangat penting dalam memberikan inovasi dibidang teknologi, pengembangan talenta digital pemuda diharapkan juga akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan digitalisasi UMKM di indonesia. Dan untuk saat ini diera digital ini, generasi muda indonesia harus mampu memanfaatkan talenta digitalnya, sehingga tidak hanya berperan sebagai job seeker saja, namun dapat juga menjadi job creator.
Penulis : IMMawati Andi Indriani (Alumni Darul Aqsara Ekonomi Jilid II)


Pakintaki
BalasHapus